Sabtu 31 Jan 2015

Info Terbaru

Hasil Test CPNS Formasi ASN tahun 2014 dilingkungan Pemko Banjarbaru

Pengumuman NOMOR : 810 / 9294 - Dasipeg / BKD dan Diklat tentang PENETAPAN KELULUSAN SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DARI PELAMAR UMUM DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM COMPUTER ASSISTED TEST (CAT) DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANJARBARU TAHUN 2014 :
 
 
Layanan

Tugas Belajar

Dasar Hukum

  • Peraturan Pemerintah Nomor 101 TH 2000


Prosedur & Mekanisme :

  1. Penyampaian Surat Edaran ;
  2. PNS yg berminat & memenuhi syarat menyampaikan permohonan kepada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Banjarbaru dgn melampirkan persyaratan yg telah ditentukan ;
  3. Pemeriksaan berkas dan dilakukan seleksi untuk menentukan PNS yg akan diikut sertakan seleksi pd PTN yang dipilih ;
  4. Mengajukan Telaahan Staf ke Walikota Banjarbaru utk meminta persetujuan ;
  5. Pengumuman PNS yg berhak mengikuti seleksi lanjutan di PTN ;
  6. PNS yg lulus seleksi pertama, kemudian diikutkan pada seleksi di PTN ;
  7. Hasil seleksi tsb (Lulus) akan dibuatkan SK Tubel.


Persyaratan :

  1. Berstatus PNS Pemko Banjarbaru definitive ;
  2. Tidak sedang menjalani hukuman disiplin ;
  3. Sehat jasmani & rohani ;
  4. Bersedia kembali mengabdi ke Pemko Banjarbaru sekembali Tubel minimal 5 Tahun.


Kelengkapan :

  1. Pengantar dari Kepala SKPD ;
  2. Permohonan ;
  3. Rekomendasi Kepala SKPD ;
  4. Fc. SK Pangkat Terakhir ;
  5. Fc. Ijazah & Transkrip nilai ;
  6. Surat Pernyataan Bersedia Mengabdi Kembali ;
  7. Surat Pernyataan Bersedia Mengembalikan Biaya Pendidikan, apabila tidak menyelesaikan pendidikan.


Keterangan :

  1. Berkas disampaikan sebanyak 2 (dua) rangkap ;
  2. Untuk berkas Fc. harus disahkan oleh Pejabat yang berwenang.
BKD & Diklat Kota Banjarbaru -- Melayani Dengan Ikhlas, Cepat dan Cermat
:: INFO PENGUMUMAN CPNS ::
Pengumuman NOMOR : 810 / 9294 - Dasipeg / BKD dan Diklat tentang PENETAPAN KELULUSAN SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DARI PELAMAR UMUM DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM COMPUTER ASSISTED TEST (CAT) DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANJARBARU TAHUN 2014 :

 

Awas, Ada Penipu Ngaku Bisa Urus Formasi CPNS 2013

JAKARTA--Hingga saat ini pemerintah belum menetapkan formasi CPNS 2013. Formasi yang tersedia baru untuk honorer tertinggal. Sedangkan bagi pelamar umum, masih menunggu penyelesaian honorer tertinggal.

"Sampai hari ini belum ada formasi CPNS 2013 yang kita tetapkan. Yang ada honorer tertinggal, itupun kategori satu (K1). Untuk kategori dua (K2) masih menunggu hasil tes September mendatang," kata Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (SesmenPAN-RB) Tasdik Kinanto di Jakarta, Kamis (13/6).

Hal yang sama diungkapkan Kabag Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Tumpak Hutabarat. Katanya, pemerintah saat ini baru sebatas menerima usulan kebutuhan pegawai dari instansi pusat maupun daerah.

"Tahapan sekarang masih menerima usulan yang disertai laporan analisa jabatan, beban kerja, prediksi kebutuhan selama lima tahun, dan syarat-syarat lainnya. Formasinya belum ditetapkan MenPAN-RB," terangnya.

Ditambahkan Tasdik, isu di daerah formasi CPNS sudah ditetapkan MenPAN-RB. Ini menjadi pemicu munculnya penipuan yang mengaku-aku bisa membantu mendapatkan formasi tertentu.

"Kami mengimbau kepada pejabat di daerah, jangan terkecoh dengan rayuan oknum yang mengaku petugas KemenPAN-RB dan bisa mengurus formasi CPNS. Kami belum menetapkan formasi apapun, kecuali kuota CPNS saja," ujarnya.

Secara nasional, kuota CPNS yang ditetapkan adalah 169 ribu, di mana 109 ribu jatah honorer K2, 60 ribu pelamar umur (40 ribu untuk daerah, 20 ribu pusat). Bila dalam perkembangan nanti jatah 109 ribu tidak terisi semuanya karena honorer K2 banyak yang gugur, kuota tersebut dikembalikan ke negara.

"Jadi kuota honorer tidak akan diberikan ke umum, demikian sebaliknya. Prinsipnya, pemerintah hanya menetapkan kuota saja. Bila banyak formasi yang kosong, itu kita kembalikan ke negara. Tidak ada istilah kita paksakan harus habis kuotanya," pungkas Tasdik yang juga Plt Deputi SDM Aparatur KemenPAN-RB ini. (Esy/jpnn)

Sumber : http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=176794